Bapakku Memaksaku untuk Mencukur Jenggot dan Melakukan Isbal, Bolehkah Aku Meninggalkan Rumah?

0
164

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Isbal

Fatwa Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah

السؤال:

جزاكم الله خير شيخنا، وهذا السؤال السابع من تونس:

يقول السائل: أبي يضربني ضربًا شديدًا، ويطلب منِّي حلق لحيتي، وإسبال ثوبي، ويُجبرني على دخول سلك الأمن؛ فهل لي أن أغادر المنزل فارًّا بديني؟

الجواب:

أوّلًا: بَلِّغ أباكَ مِنَّي السلام، فقل له: عبيد الجابري من المدينة النبويّة يقرَؤُكَ السلام يا أبي.

وثانيًا: بَلِّغه نصيحتي أنّه لا يصنع معك هذا الصنيع؛ فإنّ ما يأمرك به من حلق لحيتك وإسبال ثوبك من المعاصي، وإسبال الثوب في حقِّ الرجل كبيرة لشدَّة الوعيد، وأنَّ المسبل أحد الثلاثة الذين لا ينظر الله إليهم يوم القيامة، ولا يُكَلّمهم ولا يُزَكِّيهم ولهم عذابٌ أليم، وحلق اللِّحية مُحَرَّم، وتوفيرها واجب، فحالقها يأثم، والذي يعفيها مأجور، للأوامر المتواترة في ذلك؛ منها قوله – صلَّى الله عليه وسلَّم-: ((اعْفُوا اللِّحَى))، ((وَفِّرُوا اللِّحَى))، ((اكْرِمُوا اللِّحَى)).

ولا تغادر المنزل، وهذا هو الأمر الثاني الذي آمرك به، لا تغادر المنزل إلَّا في حالين:

– الحالة الأولى: إذا كنت حينما تغادر منزل أبَوَيْك تأوي إلى ما تأوي إليه عن غنى، حتى لا تكون عالةً على الناس، والمعنى أنه إذا أمكنكَ استئجار محل على حسابك الخاص لتأوي إليه، وأنتَ كذلك في عمل تُؤَمِّن منه سكناك ومعيشتك؛ هذا الأول.

– والثاني: إذا أصرَّ إجبارك على ما ذكرت، وأنا أظنُّ أنَّ أباك لا يُخالِفُ الحق إذا سمعه، وما أظنه – إن شاء الله- يخالفُ نصيحتنا. نعم.

Tanya:

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Syaikh kami, dan ini ada pertanyaan yang ketujuh dari Tunisia:

Penanya berkata: Bapakku memumukulku dengan sangat keras, memintaku untuk mencukur jenggot dan melakukan isbal terhadap pakaianku (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki) serta memaksaku untuk menjadi petugas keamanan, maka bolehkah aku meninggalkan rumah demi menyelamatkan agamaku?

Jawab:

Pertama: Sampaikan salam dariku kepada Bapakmu, katakan kepada beliau: ‘Ubaid Al-Jabiri dari Madinah Nabawiyah menyampaikan salam kepadamu wahai Bapakku.

Kedua: Sampaikan kepada beliau nasihatku, bahwa hendaklah ia tidak melakukan ini kepadamu, karena perintahnnya kepadamu untuk mencukur jenggot dan memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki adalah termasuk kemaksiatan.

Dan laki-laki yang memanjangkan pakaian sampai menutup mata kaki adalah dosa besar karena kerasnya ancaman terhadap pelakunya (dalam hadits-hadits yang mutawatir). Dan bahwa pelakunya adalah satu dari tiga orang yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, tidak berbicara kepada mereka, tidak mensucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.

Dan mencukur jenggot hukumnya haram, membiarkannya tumbuh lebat hukumnya wajib, maka orang yang mencukurnya berdosa, dan yang membiarkannya berpahala, karena perintah-perintah dalam hadits-hadits yang mutawatir, diantaranya sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

((اعْفُوا اللِّحَى))

“Biarkanlah jenggot-jenggot kalian.”

((وَفِّرُوا اللِّحَى))

“Biarkanlah jenggot-jenggot kalian tumbuh lebat.”

((اكْرِمُوا اللِّحَى))

“Muliakanlah jenggot-jenggot kalian.”

Dan janganlah kamu meninggalkan rumah, dan ini adalah perkara kedua yang aku perintahkan kepadamu. Janganlah kamu meninggalkan rumah kecuali dalam dua keadaan:

Keadaan pertama: Apabila engkau ketika meninggalkan rumah kedua orang tuamu engkau memiliki kecukupan, sehingga engkau tidak menyusahkan orang lain, artinya apabila memungkinkan bagimu untuk menyewa rumah dengan biaya sendiri untuk engkau tempati, demikian pula engkau memiliki pekerjaan yang dapat menjamin tempat tinggalmu dan penghasilanmu, ini pertama.

Mengeluh kepada Manusia

Keadaan kedua: Apabila Bapakmu masih terus memaksamu untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang engkau sebutkan (maka boleh engkau meninggalkan rumah). Dan aku mengira Bapakmu tidak akan menyelisihi kebenaran jika beliau telah mendengarnya, aku tidak mengira –insya Allah- beliau akan menyelisihi nasihat kami. Na’am.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/8060

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here