Cara Seorang Salafi Bergaul dengan Orang Awam di Sekolah dan Tempat Kerja

1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

cintailah_untuk_manusia_segala_kebaikan

Fatwa Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah

السؤال:

أحسن الله إليكم، وهذا يقول: كيف يتعامل السَّلفيُّ مع زملائهِ الذين يجهل حالهم في قاعة الدرس أو في الوظيفة؟

الجواب:

مادام يجهل حالهم؛ فيعاملهم معاملة عامة المسلمين من إفشاء السلام ورَدِّه، وما يتبع ذلك من مصالح دينية ودنيوية.

السُّني لا يُفَتِّش عمَّا خَفي، فدعوى أنَّ أهل السنة يتدخلون في نِيَّات الناس؛ فهذا كذب وافتراء، وهذا من أقوال المبتدعة أو من أقوال المُخَذِّلة الذين يُلَطِّفون لأهل البدع، أهل السُّنة لا يحكمون إلَّا على الظاهر من قولٍ أو فعل؛ هل هو صواب أو خطأ.

Tanya:

Semoga Allah berbuat baik kepadamu wahai Syaikh, penanya berkata: Bagaimana seorang salafi bergaul dengan teman-temannya di ruangan kelas atau di tempat kerja, yang ia tidak mengetahui keadaan mereka?

Jawab:

Selama ia tidak mengetahui keadaan mereka maka hendaklah ia mempergauli mereka sebagaimana keumuman kaum muslimin, yaitu menyampaikan salam, membalasnya, dan apa saja yang mengandung kemaslahatan secara agama maupun dunia.

Seorang Ahlus Sunnah tidaklah memeriksa kesalahan yang tersembunyi, maka tuduhan bahwa Ahlus Sunnah memasuki niat-niat manusia adalah kedustaan dan mengada-ada, dan ini termasuk perkataan ahlul bid’ah dan orang-orang lemah yang mencari muka kepada ahlul bid’ah. Ahlus Sunnah tidak menghukumi kecuali berdasarkan yang zhahir dari perkataan atau perbuatan, apakah benar atau salah.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/8039

Comment (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *