FIKIH MELENYAPKAN SYIRIK DAN MENDAKWAHKAN TAUHID

0
280

Catatan Ringkasan Kajian Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah
12 Jumada Tsaniyah 1443 / 15 Januari 2022 di Masjid Aisyah radhiyallahu’anha Gunung Pati Semarang Jawa Tengah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Fikih di sini bermakna pemahaman yang benar. Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dengan agama.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu]

KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN MENDAKWAHKAN TAUHID DAN MELARANG SYIRIK

1. Tauhid adalah Misi Utama Dakwah Seluruh Para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam

Dakwah kepada tauhid dan melarang syirik adalah tugas utama manusia-manusia pilihan yang Allah ‘azza wa jalla angkat untuk menjadi teladan, yaitu para nabi dan rasul ‘alaihimussalam, sebagaimana firman-Nya,

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah, dan jauhilah ṭāgūt (semua yang dituhankan selain Allah)…” [An-Nahl: 36]

Maka memprioritaskan dakwah tauhid adalah ciri utama dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan inilah yang membedakan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan dakwah-dakwah yang lain. Karena inilah dakwah para nabi dan para sahabat radhiyallahu’anhum.

Ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengutus Sahabat yang Mulia Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu untuk berdakwah di negeri Yaman maka beliau berpesan,

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ: عِبَادَةُ اللَّهِ وَحْدَهُ، فَإِذَا شَهِدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum Ahli Kitab, maka hendaklah pertama yang engkau dakwahkan kepada mereka adalah beribadah kepada Allah yang satu saja, apabila mereka telah bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka kabarkan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka untuk sholat lima waktu dalam sehari semalam…” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

2. Tauhid adalah Pondasi Amalan dan Syirik adalah Penghancurnya

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: Sungguh jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” [Az-Zumar: 65]

3. Pahala Dakwah yang Terus Mengalir

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu rela berpisah dengan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, meninggalkan kota Madinah dan masjid Nabawi yang keutamaan satu sholatnya seperti 1000 sholat di mesjid lain, demi menaati perintah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dan menggapai keutamaan mendakwakan tauhid.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa mengajak kepada hidayah maka ia akan mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan maka ia akan menanggung dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Dan untuk berdakwah tidak harus pintar ceramah, tidak harus jadi ustadz. Siapa pun yang mengetahui satu ilmu hendaklah ia sampaikan ke orang lain.

– Bisa dengan memanfaatkan medsos. Upload faedah tiap hari satu ayat atau hadits, share kajian, link video dakwah, dan seterusnya.

– Begitu pula menemui seseorang dan menyampaikan kepadanya satu ayat atau hadits, atau mengajaknya sholat dan menghadiri majelis ilmu, juga termasuk dakwah.

– Termasuk menjadi panitia kajian atau membantu para ustadz berdakwah, juga akan mendapatkan pahala berdakwah, asal dilakukan dengan ikhlas.

4. Dakwah adalah Peneladan kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

“Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, yaitu aku berdakwah (mengajak manusia) kepada Allah di atas bashiroh (ilmu yang terang). Aku dan orang-orang yang mengikutiku juga berdakwah di atas bashiroh. Dan maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” [Yusuf: 108]

5. Dakwah adalah Kemuliaan Umat Islam

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah…” [Ali Imron: 110]

Dan kebaikan teragung adalah tauhid, sedang kemungkaran terbesar adalah syirik.

ADAB-ADAB PENTING DALAM BERDAKWAH

1. Ikhlas dalam Berdakwah

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ

“Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, yaitu aku berdakwah (mengajak manusia) kepada Allah…” [Yusuf: 108]

Bukan mengajak kepada organisasi atau untuk mengagungkan seorang tokoh, atau dakwah agar terkenal, dapat harta, jabatan dan bernagai tujuan duniawi.

2. Dakwah Berdasarkan Ilmu

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ

“Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, yaitu aku berdakwah (mengajak manusia) kepada Allah di atas bashiroh (ilmu yang terang)…” [Yusuf: 108]

Tiga Macam Ilmu dalam Berdakwah

Pertama: Ilmu tentang apa yang akan disampaikan, yaitu harus berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Kedua: Ilmu tentang cara berdakwah.

Ketiga: Ilmu tentang keadaan orang yang didakwahi.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ

“Berdakwahlah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik…” [An-Nahl: 125]

Ayat yang mulia ini menjelaskan tiga cara berdakwah untuk menghadapi tiga jenis orang yang didakwahi:

Pertama: Menyampaikan dengan hikmah, artinya cukup disampaikan dengan cara yang lembut. Metode ini untuk menghadapi orang yang mencintai kebenaran, yang langsung menerima kebenaran.

Kedua: Menyampaikan dengan pengajaran yang baik, artinya dengan targhib dan tarhib. Metode ini perlu digunakan untuk menghadapi orang yang berat menerima kebenaran.

Ketiga: Debat dengan cara yang terbaik, artinya debat dengan ilmu dan adab. Metode ini untuk menghadapi orang yang menentang kebenaran.

3. Sabar dalam Berdakwah

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam adalah manusia yang paling terpuji akhlaknya, tapi malah beliau yang paling dimusuhi. Bahkan terusir dari kampung halaman dan hendak dibunuh.

Hikmah banyaknya penderitaan beliau dalam dakwah adalah agar kita meneladani kesabaran beliau. Sebagaimana juga kesabaran para nabi sebelum beliau ‘alaihimus-sholaatu was-salaam.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

“Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.” [Al-An’am: 34]

4. Kelembutan dalam Berdakwah

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Maka dengan rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” [Ali Imron: 159]

5. Memperhatikan Empat Tingkatan dalam Menghilangkan Kemungkaran

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

فإنكار المنكر أربع درجات: الأولى أن يزول ويخلفه ضده. الثانية أن يقل وإن لم يزل بجملته. الثالثة أن يخلفه ما هو مثله. الرابعة أن يخلفه ما هو شر منه. فالدرجتان الأوليان مشروعتان والثالثة موضع اجتهاد والرابعة محرمة

“Melarang kemungkaran ada empat tingkatan:

(1) Kemungkaran hilang dan berganti kebaikan.

(2) Berkurang walau tidak hilang seluruhnya.

(3) Berganti dengan yang semisal.

(4) Berganti dengan yang lebih jelek.

Maka tingkatan yang pertama dan kedua disyari’atkan, ketiga boleh berijtihad dan keempat diharamkan.” [I’laamul Muwaqqi’in, 3/4]

Simak Video Kajiannya:

YouTube: https://youtu.be/twzDSmykBKs

Facebook: https://fb.watch/biNmjkqiN3/

Yuk Pelajari Buku-buku Tafsir dan Syarah Hadits:
https://toko.sofyanruray.info/category/buku/tafsir-dan-hadits/

Fast Order: wa.me/628118247111

═══ ❁✿❁ ═══

Gabung Group WA KAJIAN ISLAM
Ketik: Daftar
Kirim ke Salah Satu Admin:
wa.me/628111833375
wa.me/628119193411
wa.me/628111377787

TELEGRAM
t.me/taawundakwah
t.me/sofyanruray
t.me/kajian_assunnah
t.me/kitab_tauhid
t.me/videokitabtauhid
t.me/kaidahtauhid
t.me/akhlak_muslim

Medsos dan Website:
– youtube.com/c/kajiansofyanruray
– instagram.com/sofyanruray.info
– facebook.com/sofyanruray.info
– instagram.com/taawundakwah
– facebook.com/taawundakwah
– twitter.com/sofyanruray
– taawundakwah.com
– sofyanruray.info

#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini