Aku Ingin Berjihad Tapi Orang Tua Tidak Mengizinkan

0
63

Aku Ingin Berjihad Tapi Orang Tua Tidak Mengizinkan

➡ Aku Ingin Berjihad Tapi Orang Tua Tidak Mengizinkan?

✒Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السؤال: ﺇﻧﻨﻲ ﺃﺣﺐ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻭﻗﺪ اﻣﺘﺰﺝ ﺣﺒﻪ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻲ. ﻭﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﺃﺻﺒﺮ ﻋﻨﻪ، ﻭﻗﺪ اﺳﺘﺄﺫﻧﺖ ﻭاﻟﺪﺗﻲ ﻓﻠﻢ ﺗﻮاﻓﻖ، ﻭﻟﺬا ﺗﺄﺛﺮﺕ ﻛﺜﻴﺮا ﻭﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﺃﺑﺘﻌﺪ ﻋﻦ اﻟﺠﻬﺎﺩ. ﺳﻤﺎﺣﺔ اﻟﺸﻴﺦ: ﺇﻥ ﺃﻣﻨﻴﺘﻲ ﻓﻲ اﻟﺤﻴﺎﺓ ﻫﻲ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻥ ﺃﻗﺘﻞ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻠﻪ ﻭﺃﻣﻲ ﻻ ﺗﻮاﻓﻖ. ﺩﻟﻨﻲ ﺟﺰاﻙ اﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮا ﻋﻠﻰ اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﻤﻨﺎﺳﺐ؟

Tanya: Aku sangat ingin sekali ikut jihad. Keinginanku sudah menghujam kuat dalam hati. Aku pun sudah tidak sabar untuk terjun ke medan Jihad. Aku sudah minta izin kepada ibuku namun beliau tidak menyetujuinya. Karena itu aku sangat sedih dan aku tidak bisa jauh dari medan jihad. Wahai Syaikh yang mulia, cita-citaku dalam hidup ini adalah jihad fi sabilillah dan terbunuh di jalan-Nya. Namun ibuku tidak mengizinkanku. Tunjukkanlah kepadaku jalan yg benar. Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan kepadamu?

اﻟﺠﻮاﺏ: ﺟﻬﺎﺩﻙ ﻓﻲ ﺃﻣﻚ ﺟﻬﺎﺩ ﻋﻈﻴﻢ، اﻟﺰﻡ ﺃﻣﻚ ﻭﺃﺣﺴﻦ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﺇﻻ ﺇﺫا ﺃﻣﺮﻙ ﻭﻟﻲ اﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﺒﺎﺩﺭ، ﻟﻘﻮﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: “ﻭﺇﺫا اﺳﺘﻨﻔﺮﺗﻢ ﻓﺎﻧﻔﺮﻭا” ﻭﻣﺎ ﺩاﻡ ﺃﻥ ﻭﻟﻲ اﻷﻣﺮ ﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮﻙ، ﻓﺄﺣﺴﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻚ، ﻭاﺭﺣﻤﻬﺎ، ﻭاﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺑﺮﻫﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﺎﺩ اﻟﻌﻈﻴﻢ، ﻗﺪﻣﻪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ، ﻛﻤﺎ ﺟﺎء ﺑﺬﻟﻚ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﻗﻴﻞ: (ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻱ اﻟﻌﻤﻞ ﺃﻓﻀﻞ؟ ﻗﺎﻝ: اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﻴﻘﺎﺗﻬﺎ. ﻗﻠﺖ: ﺛﻢ ﺃﻱ؟ ﻗﺎﻝ: ﺛﻢ ﺑﺮ اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ. ﻗﻠﺖ ﺛﻢ ﺃﻱ؟ ﻗﺎﻝ: اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ. ﻓﺴﻜﺖ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﻮ اﺳﺘﺰﺩﺗﻪ ﻟﺰاﺩﻧﻲ) [ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻰ ﺻﺤﺘﻪ]
ﻓﻘﺪﻡ ﺑﺮﻫﻤﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﺠﻬﺎﺩ. ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ، ﻗﺎﻝ: ﺟﺎء ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﻳﺴﺘﺄﺫﻧﻪ ﻓﻲ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻘﺎﻝ: “ﺃﺣﻲ ﻭاﻟﺪاﻙ؟ ﻗﺎﻝ: ﻧﻌﻢ. ﻗﺎﻝ: “ﻓﻔﻴﻬﻤﺎ ﻓﺠﺎﻫﺪ”. [ ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻰ ﺻﺤﺘﻪ]
ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ ﺃﺧﺮﻯ ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” ﻗﺎﻝ: اﺭﺟﻊ ﺇﻟﻴﻬﻤﺎ ﻓﺎﺳﺘﺄﺫﻧﻬﻤﺎ ﻓﺈﻥ ﺃﺫﻧﺎ ﻟﻚ ﻓﺠﺎﻫﺪ ﻭﺇﻻ ﻓﺒﺮﻫﻤﺎ”
ﻓﻬﺬﻩ اﻟﻮاﻟﺪﺓ: اﺭﺣﻤﻬﺎ ﻭﺃﺣﺴﻦ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﺣﺘﻰ ﺗﺴﻤﺢ ﻟﻚ، ﻭﻫﺬا ﻛﻠﻪ ﻓﻲ ﺟﻬﺎﺩ اﻟﻄﻠﺐ، ﻭﻓﻲ ﻣﺎ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮﻙ ﻭﻟﻲ اﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻨﻔﻴﺮ، ﻭﺃﻣﺎ ﺇﺫا ﻧﺰﻝ اﻟﺒﻼء ﺑﻚ ﻓﺪاﻓﻊ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻚ ﻭﻋﻦ ﺇﺧﻮاﻧﻚ ﻓﻲ اﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ، ﻭﻫﻜﺬا ﺇﺫا ﺃﻣﺮﻙ ﻭﻟﻲ اﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻨﻔﻴﺮ ﻓﺎﻧﻔﺮ ﻭﻟﻮ ﺑﻐﻴﺮ ﺭﺿﺎﻫﺎ، ﻟﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮا ﻣﺎ ﻟﻜﻢ ﺇﺫا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ اﻧﻔﺮﻭا ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ اﺛﺎﻗﻠﺘﻢ ﺇﻟﻰ اﻷﺭﺽ ﺃﺭﺿﻴﺘﻢ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ اﻵﺧﺮﺓ ﻓﻤﺎ ﻣﺘﺎﻉ اﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﺇﻻ ﻗﻠﻴﻞ}

Jawab: Jihadmu dalam berbakti kepada ibumu adalah jihad yg besar. Temani terus ibumu dan berbuat baiklah kepadanya. Kecuali jika pemerintah memerintahkanmu untuk berjihad maka berangkatlah dengan segera. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

ﻭﺇﺫا اﺳﺘﻨﻔﺮﺗﻢ ﻓﺎﻧﻔﺮﻭا

“Apabila kalian diminta (oleh pemerintah) untuk berangkat perang maka berangkatlah.”

➡ Selama pemerintah belum memerintahkanmu untuk jihad maka berbuat baiklah dan sayangilah ibumu. Ketahuilah bahwa berbakti kepadanya termasuk jihad yang besar. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam lebih mengutamakannya daripada jihad fi sabilillah. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bahwa telah ditanyakan kepada beliau,

ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻱ اﻟﻌﻤﻞ ﺃﻓﻀﻞ؟ ﻗﺎﻝ: اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﻴﻘﺎﺗﻬﺎ. ﻗﻠﺖ: ﺛﻢ ﺃﻱ؟ ﻗﺎﻝ: ﺛﻢ ﺑﺮ اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ. ﻗﻠﺖ ﺛﻢ ﺃﻱ؟ ﻗﺎﻝ: اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ اﻟﻠﻪ. ﻓﺴﻜﺖ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﻮ اﺳﺘﺰﺩﺗﻪ ﻟﺰاﺩﻧﻲ

“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling utama ? Beliau bersabda: Shalat pada waktunya. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa? Beliau bersabda: Berjihad di jalan Allah. Lalu aku pun tidak bertanya lagi kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Seandainya aku bertanya lagi niscaya beliau akan menjawab lagi.” [Muttafaqun ‘alaih]

➡ Maka beliau lebih mengutamakan berbakti kepada orang tua daripada jihad.

✅ Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

ﺟﺎء ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﻳﺴﺘﺄﺫﻧﻪ ﻓﻲ اﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻘﺎﻝ: ﺃﺣﻲ ﻭاﻟﺪاﻙ؟ ﻗﺎﻝ: ﻧﻌﻢ ﻗﺎﻝ: ﻓﻔﻴﻬﻤﺎ ﻓﺠﺎﻫﺪ

“Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta izin ikut jihad. Beliau bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: Kalau begitu berjihadlah (dalam berbakti) kepada keduanya.” [Muttafaqun ‘alaihi]

✅ Dalam riwayat yang lain beliau juga bersabda,

اﺭﺟﻊ ﺇﻟﻴﻬﻤﺎ ﻓﺎﺳﺘﺄﺫﻧﻬﻤﺎ ﻓﺈﻥ ﺃﺫﻧﺎ ﻟﻚ ﻓﺠﺎﻫﺪ ﻭﺇﻻ ﻓﺒﺮﻫﻤﺎ

“Kembalilah kamu kepada mereka berdua dan mintalah izin dari mereka. Jika mereka mengizinkanmu maka berangkatlah. Jika tidak, maka berbaktilah kepada keduanya.”

➡ Maka terhadap sang ibu, sayangilah dan berbuat baiklah kepadanya sampai dia merestuimu.

✅ Dan syarat ini (izin orang tua) berlaku pada;

1. Jihad yang bersifat menyerang (bukan bertahan).

2. Ketika pemerintah belum memerintahkanmu untuk berangkat perang.

Adapun jika datang serangan yang menyerangmu maka lindungilah jiwamu dan saudara-saudaramu seagama. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.

Demikian juga apabila pemerintah telah memerintahkanmu untuk berangkat perang maka berangkatlah walaupun ibu tidak merestuinya. Berdasarkan firman Allah ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat, hanyalah sedikit.” [At-Taubah: 39]

[Fatawa Aimmah fin Nawazilil Mudalhamah, 1/298]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✏ Al-Ustadz Almanazil Billah, Lc hafizhahullah

 

══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵

✅ Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
➡ Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
➡ Gabung Group WA: 08111377787
➡ www.facebook.com/taawundakwah
➡ www.taawundakwah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here