TANDA ALLAH ﷻ MENCINTAIMU

0
193

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah ﷺ bersabda,

وإنَّ اللهَ يُعطي الدُّنيا مَنْ يحبُّ ومَنْ لا يحبُّ، ولا يُعطي الإيمانَ إلا مَنْ يحبُّ

“Sesungguhnya Allah memberikan nikmat dunia kepada orang yang Dia cintai dan tidak Dia cintai, dan tidaklah Allah memberikan nikmat iman kecuali kepada orang yang Dia cintai.” [HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Imam dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2714]
PENJELASAN
Hadits yang mulia ini menerangkan dua pelajaran penting:
1. Seorang hamba yang diberikan nikmat dunia semata seperti kekayaan yang melimpah, kesehatan dan lain-lain, tanpa diberikan nikmat iman, maka itu tidak menunjukkan Allah ﷻ cinta kepadanya.
Bahkan itu adalah istidraj, yaitu azab yang datang dalam rupa kenikmatan, sehingga ia makin tersesat. Maka jangan silau melihat kemewahan dunia yang dimiliki oleh para pendosa.
Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ}

“Apabila kamu melihat seorang hamba diberi nikmat dunia oleh Allah yang disenangi oleh hamba tersebut padahal ia terus melakukan maksiat, maka itu hanyalah istidraj (tipu daya Allah agar ia semakin tersesat).”
Kemudian Rasulullah ﷺ membaca,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami buka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. (Al-An’am: 44).” [HR. Ahmad dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 413]
2. Seorang hamba yang Allah ﷻ cintai adalah yang Dia berikan nikmat iman, yaitu hidayah untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam, karena iman mencakup semua ajaran Islam.
Dan ajaran Islam yang benar adalah yang sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ, maka seberapa baik seorang hamba mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah ﷺ, sebesar itu pula cinta Allah ﷻ kepadanya.
Allah ﷻ berfirman,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah wahai Muhammad: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Ali Imron: 31]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

═══ ❁✿❁ ═══
Insya Allah Bimbingan Umroh & Haji Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– 17-25 Agustus 2023
– HAJI 2024 (Bonus Umrah dan Tersedia Paket COD: Bayar di Makkah)
═══ ❁✿❁ ═══
WA GROUP KAJIAN ISLAM
Ketik: Daftar

#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini