Waktu Terbaik untuk Berdo’a dan Sholat Tahajud

9
165

Waktu Terbaik untuk Berdoa dan Sholat Tahajjud

? Waktu Terbaik untuk Berdo’a dan Sholat Tahajud ✨

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

? “Rabb kita tabaaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku jawab do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni dia.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

? #Beberapa_Pelajaran:

1) Keutamaan berdoa dan sholat malam (qiyaamullail); tahajjud dan witir, terutama apabila dilakukan di akhir malam. Allah ta’ala berfirman tentang sifat-sifat orang yang bertakwa,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَكَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَوَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

? “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzariyyat: 15-18]

Allah ta’ala berfirman tentang sifat hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang,

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

? “Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri (melakukan sholat) untuk Rabb mereka.” [Al-Furqon: 64]

2) Akhir malam (menjelang shubuh) adalah waktu terbaik untuk berdoa dan sholat, hendaklah setiap muslim berusaha untuk bangun dan memperbanyak doa, istighfar, dzikir dan sholat, untuk itu hendaklah tidur di awal malam agar mudah bangun di akhir malam, setelah sholat isya’ jangan lagi berbicara kecuali sesuatu yang penting. Sahabat yang Mulia Abu Barzah radhiyallahu’anhu berkata,

أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم كان يكرهُ النَّوم قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا

? “Bahwasannya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum sholat isya’ dan tidak suka pula berbicara setelahnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

3) Sholat malam sudah dapat dikerjakan setelah sholat isya’ sampai sebelum terbit fajar atau masuk waktu shubuh, tidak disyaratkan untuk sholat malam harus tidur terlebih dahulu. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَأَوْسَطِهِ وَآخِرِهِ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إلَى السَّحَرِ

? “Setiap malam Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melakukan sholat witir, baik di awal malam, pertengahannya, atau di akhirnya. Dan berakhir waktu witir beliau sampai waktu sahur.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

4) Bagi orang yang khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, hendaklah melakukan sholat sebelum tidur. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ

? “Barangsiapa khawatir tidak dapat bangun malam maka hendaklah ia sholat witir di awal malam, dan barangsiapa optimis dapat bangun malam maka hendaklah ia sholat witir di akhir malam, karena sesungguhnya sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat rahmat), maka itu lebih afdhal.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu]

5) Kewajiban mengimani sifat perbuatan turunnya Allah ke langit dunia setiap malam, dengan cara turun yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, tidak sama dengan cara turunnya makhluk. Hendaklah waspada dari dua golongan sesat:

➡ Pertama: Golongan mu’atthilah, yang tidak mau mengimani dan meyakininya.

➡ Kedua: Golongan musyabbihah, yang mengimaninya tapi menyamakannya dengan sifat makhluk.

✅ Adapun Ahlus Sunnah mengimani seluruh sifat-sifat Allah, serta meyakini kaifiyyah-nya sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, tidak menyamakannya dengan sifat-sifat makhluk.

➡ Maka wajib mengimani bahwa Allah memiliki sifat nuzul (turun) ke langit dunia di sepertiga malam yang terakhir.

➡ Wajib mengimani bahwa cara turunnya Allah adalah sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, tidak sama dengan cara turunnya makhluq.

➡ Tetapi tidak boleh membayangkan atau menggambarkan cara Allah turun, baik di dalam benak maupun diucapkan dengan lisan.

➡ Demikian pula tidak boleh dibayangkan seperti turunnya makhluq; apabila makhluk turun maka bagian atasnya menjadi kosong dan berarti bagian atas dan bawah itu lebih besar darinya sehingga ia bisa naik dan turun. Maka hal itu hanya berlaku bagi makhluk. Adapun Allah maka Allah Maha Besar, tidak ada yang dapat meliputi-Nya. Tidak boleh dikiaskan antara makhluk dengan Allah ‘azza wa jalla.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

? Sumber: http://sofyanruray.info/waktu-terbaik-untuk-berdoa-dan-sholat-tahajud/

 

══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵

?Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
?Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
?Gabung Group WA: 08111377787
?www.facebook.com/taawundakwah
?www.taawundakwah.com
?PIN BB: 5D4F8547
?Youtube: Ta’awun Dakwah⁠⁠

9 COMMENTS

  1. yang terbaik, urutan waktunya misalnya seperti apa, ustadz… maksudnya bangun jam berapa, terus shalat tahajud sampai jam berapa, kemudian melakukan apa, dan sebagainya sampai tiba waktu subuh.. Seandainya, kita merutinkan misal bangun setengah empat kemudian salat sampai jam 4, kemudian siap2 salat subuh di masjid yang waktu itu misal masuk waktu jam 4.15.. bolehkah seperti itu, karena kalau agak maleman lagi kadang saya siangnya ngantuk berat.. jazakallah khaira.

    • AlhamduliLlaah. Yang terbaik adalah di akhir malam, kurang lebih seperti yang Antum gambarkan insya Allah ta’ala.

      Dan juga harus diperhatikan bahwasannya menjaga sholat shubuh berjama’ah bagi laki-laki tepat pada waktunya dalam keadaan khusyu’ (tidak mengantuk) itu yang paling penting, jangan sampai seseorang karena menjaga sholat malamnya yang sunnah kemudian melalaikan sholat shubuh yang wajib. Demikian pula memperhatikan kewajiban-kewajibannya yang lain di waktu siang, jangan sampai ia tidak maksimal dalam mengamalkannya. Oleh karena itu bagi siapa yang merasa lebih baik baginya di awal malam agar lebih kuat untuk sholat shubuh dan menjalankan kewajiban-kewajiban di pagi hari maka hendaklah ia lakukan di awal malam atau di pertengahan, sehingga ia bisa beristirahat setelahnya. WaLlaahu A’lam.

  2. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    ustad tanya apakah boleh ketika shalat yang duduk di kursi memakai kursi tanpa sandaran yang ditaruh didepan ketika dipakai untuk sujud diatas kursi tersebut.

    • AlhamduliLlaah. Tidak harus berdoa dulu, silakan saja kalau mau berdoa, namun doa yang paling utama adalah di dalam sholat, yaitu ketika sujud dan setelah membaca tasyahud sebelum salam. BaarokaLlaahu fiyk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here