Renungan untuk Politikus “Dakwah”

0

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dakwah Tauhid bkn Politik Kotor

Ini adalah nasihat Al-‘Allamah Asy-Syaikh Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah di akhir penjelasan beliau terhadap bab: Termasuk Syirik; Meminta Perlindungan kepada Selain Allah dalam kitab I’aanatul Mustafid bi Syarhi Kitab At-Tauhid, sebuah fenomena yang banyak terjadi di negeri-negeri kaum muslimin, diperparah dengan adanya para dukun berkedok “kiai” yang mengajak kepada kesyirikan ini, sementara sebagian orang yang berlabel “da’i” atau “ustadz” telah terbuai dengan permainan politik dan mabuk kekuasaan, tak mempedulikan dakwah kepada tauhid secara hakiki, tak ada lagi aqidah al-wala’ wal baro’, yang ada hanyalah bagaimana merebut kekuasaan, bahkan tak peduli walau harus menyatakan ucapan kekafiran: ”Tapi kita semuanya mempunyai kemerdekaan individu untuk memilih agama apapun yang ingin kita peluk” (demi meraup suara sebanyak-banyaknya?), jangankan dangdutan dan rocker wanita, paduan suara gereja pun dipersilakan ikut “berdakwah” bersama.

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

وقد تلاعب بعض الأشرار من الإنس بعقائد الناس، وبأكله لأموالهم، وشعوذته عليهم، ولاسيما عند البوادي والقرى البعيدة عن حضور مجالس الذكر، فإن هذا يكثر كلما كثر الجهل، وحقيقة هذا أنه عَمِيل للجن، وأنه مشرك بالله عزّ وجلّ، ولا يقتصر شره على نفسه، بل يضلِّل الناس، ويُفسد عقائد الناس، ويأتي إليه الناس ويسألونه، ويُخبرهم بالمغيّبات، أو يأمرهم بالذبح لغير الله، أو غير ذلك من أنواع الشرك.

فهذه مسألة خطيرة، يجب على أهل العلم وعلى الدعاة إلى الله سبحانه وتعالى أن يبيّنوها للناس، وأن يتجوّلوا في القرى، وفي البوادي، ويوضِّحوا هذا الأمر للناس، لأنهم – والله أمانة في أعناق طلبة العلم، وفي أعناق الدعاة-، هذا هو المطلوب.

أما أنك تتكلّم أمام الناس عن قضايا السياسة ونحوها؛ فهذه ما فائدة الناس منها؟، ما فائدة البدو في الصحراء، أو الناس في القرية، ما فائدتهم من هذه الأمور؟، وهم واقعون في الشرك، أو يجهلون قراءة الفاتحة التي هي ركن من أركان الصلاة؟!، يجب علينا أن نتقي الله سبحانه وتعالى، وأن نعلم أن منهج الرسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: دعوة، وتعليم، وإرشاد، وتوجيه فيما ينفع الناس، وأيضاً معالجة ما وقع فيه الناس في بلدهم وفي أنفسهم. أما أنك تجلب لهم مشاكل من بعيد، وتريد منهم أن يعالجوا قضية أمريكا، أو قضية الجزائر، أو قضية السودان؟، وهم مساكين، ما بيديهم شيء، وأيضاً هم واقعون فيما هو أخطر من ذلك وهو الجهل وفساد العقيدة، لماذا لا تعالج هذا الأمر؟.

وأنا ليس غرضي بهذا الكلام أن أتنقّص أحداً، لا والله، ولكن غرضي أن أبيّن الطريقة الصحيحة للدعوة، ونفع الناس.

فإن هذه الأبواب من أبواب “كتاب التّوحيد” تُعالج واقع الناس، لماذا لا نشرحها للناس، ونبيّنها للناس، ونوضِّحها، ونحفِّظهم هذه الآيات وهذه الأحاديث ونشرحها لهم، ولو شرحاً وجيزاً على قدر أفهامهم، ينتفعون بها؟.

هذه هي الدعوة إلى الله عزّ وجلّ، وهذا العلم النافع.

تعلمون ما للدعاة من الأثر وماذا حصل بسبب دعوتهم من الخير:

فالشيخ: محمد بن عبد الوهاب، كيف أثر في دعوته من الإصلاح والنّفع للمسلمين، الذي لا نزال ننتفع به- ولله الحمد-.

الشيخ: عبد الله القرعاوي في الجنوب، كما تعلمون إلى عهد قريب، والآن تلاميذه وطلاّبه ماذا أثّر من الخير؟.

الشيخ: فيصل بن مبارك في الشمال، ماذا أثّر من الخير، ولا يزال تلاميذه الآن مصابيح هدى، يبيِّنون للناس الحق.

أما أن تجلب للناس مشاكل الخارج وتشغلهم بها؛ فهذه ما هي بدعوة إلى الله، وإنما هي اشتغال بأمور لا تفيد الناس، ولا تحل مشاكلهم، ولا تُصلح فسادهم، وإنما تُحْبِط أفهامهم، وقد تسبِّب سوء الظن بالمسلمين وبولاة الأمور، وتفرّق الكلمة. فالواجب علينا أن نتنبّه لهذا.

أنا ما أقول هذا من أجل الغَمْط من أحد، لا والله، ولكني أتأسف من واقع بعض الدعاة الذي تردّى إلى هذا المستوى.

ونسأل الله سبحانه أن يأخذ بأيدينا وأيديهم إلى الصلاح والفلاح والاستقامة، والسير على منهج الرسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فيما ينفعنا وفيما ينفع الناس، كما قال تعالى: {كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ} ، {وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} ، هذا منهج الرسل- عليهم الصلاة والسلام-.

نسأل الله عزّ وجلّ أن يوفقنا جميعاً لما فيه خيرنا وخير أمتنا، وصلاحنا وصلاحهم، وأن يصلح ولاة أمورنا، وأن يأخذ بأيديهم إلى ما فيه الخير للأمة، وما فيه صلاح الأمة. 

“Sungguh, sebagian orang-orang jahat telah mempermainkan aqidah manusia, dan demi memakan harta-harta mereka, serta sihirnya atas mereka, terutama di desa-desa dan kota-kota yang jauh dari kehadiran majelis-majelis ilmu, karena sesungguhnya yang seperti ini akan menjamur jika kebodohan (terhadap agama) merebak, dan hakikatnya ia adalah budak jin, dan ia telah menyekutukan Allah ‘azza wa jalla, sedang kejahatannya tidak saja bagi dirinya sendiri, bahkan ia menyesatkan dan merusak aqidah manusia. Orang-orang pun berdatangan kepadanya untuk bertanya, maka ia mengabarkan tentang perkara-perkara ghaib, atau ia memerintahkan mereka untuk menyembelih kepada selain Allah, atau jenis syirik yang lainnya.

Maka ini adalah masalah yang berbahaya, wajib bagi para ulama dan para da’i yang mengajak kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menjelaskannya kepada manusia, berkeliling di kota-kota dan desa-desa, untuk menjelaskan perkara ini kepada manusia, karena mereka –demi Allah- adalah amanat di pundak-pundak para penuntut ilmu dan para da’i, inilah yang dituntut.

Adapun engkau berbicara di hadapan manusia tentang persoalan-persoalan politik dan semisalnya, maka apa faidahnya bagi mereka!? Apa faidahnya bagi orang-orang badui di padang pasir!? Atau bagi orang-orang di kampung, apa faidah menyampaikan persoalan-persoalan politik bagi mereka!? Sementara mereka masih melakukan syirik, atau (bahkan) tidak bisa membaca al-fatihah yang termasuk rukun sholat!?

Wajib bagi kita untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan hendaklah kita tahu bahwa manhaj Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam adalah dakwah, ta’lim, bimbingan, dan pengarahan kepada kebaikan, serta mengobati penyakit yang menimpa manusia di negeri mereka dan pribadi-pribadi mereka.

Adapun jika engkau membawa kepada mereka masalah-masalah dari luar, dan engkau ingin agar mereka dapat mengatasi persoalan Amerika, atau persoalan Al-Jazair, atau persoalan Sudan!? Padahal mereka orang-orang yang lemah, tidak memiliki kekuasaan sedikit pun, sementara mereka sendiri telah terjerumus dalam persoalan yang lebih berbahaya, yaitu kebodohan (terhadap agama) dan rusaknya aqidah, mengapa engkau tidak menyelesaikan permasalahan ini!?

Dan bukanlah maksudku dengan ucapan ini untuk menjatuhkan seseorang, tidak demi Allah, akan tetapi maksudku untuk menjelaskan jalan yang benar dalam berdakwah dan memberi manfaat kepada manusia. Karena sesungguhnya ini adalah salah satu bab dalam Kitab At-Tauhid yang dapat mengobati permasalahan manusia, mengapa kita tidak mengajarkannya, menjelaskannya dan menerangkannya kepada mereka, dan menghapalkan kepada mereka ayat-ayat dan hadits-haditsnya, serta menjelaskan maknanya kepada mereka meskipun hanya dengan penjelasan singkat, sesuai dengan kemampuan pemahaman mereka, sehingga mereka mendapatkan manfaat darinya!? Inilah dakwah kepada Allah ‘azza wa jalla, inilah ilmu yang bermanfaat.

[Contoh Para Da’i yang Menempuh Jalan yang Benar dalam Berdakwah di Masa Ini]

Kalian mengetahui pengaruh para da’i ini dan kebaikan yang telah mereka capai dengan sebab dakwah mereka:

  • Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bagaimana pengaruh dakwah beliau berupa perbaikan dan memberi manfaat bagi kaum muslimin, yang kita masih terus merasakannya –dan segala puji hanya bagi Allah-.
  • Asy-Syaikh Abdullah Al-Qor’awi rahimahullah di Selatan Saudi, sebagaimana yang kalian ketahui belum lama ini, dan sekarang murid-murid dan santri-santri beliau telah memberikan pengaruh yang baik.
  • Asy-Syaikh Faishol bin Mubarok rahimahullah di Utara Saudi, telah memberikan pengaruh yang baik, dan saat ini murid-murid beliau masih menjadi lentera-lentera petunjuk, yang menjelaskan kebenaran kepada manusia.

Adapun engkau membebani manusia dengan persoalan-persoalan dari luar dan menyibukkan mereka dengannya, maka ini bukanlah dakwah kepada Allah, itu hanyalah kesibukan dalam perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi mereka, tidak menyelesaikan persoalan-persoalan mereka, dan tidak pula memperbaiki kerusakan mereka, itu hanyalah memundurkan pemahaman-pemahaman mereka, dan bisa jadi menyebabkan prasangka buruk terhadap kaum muslimin dan pemerintah, serta memecah belah persatuan, maka wajib bagi kita untuk waspada.

Aku tidaklah mengatakan ini karena ingin merendahkan seseorang, tidak demi Allah, akan tetapi aku sangat menyesali kenyataan sebagian da’i yang terhempas sampai ke tingkat ini, dan kami memohon kepada Allah untuk membimbing kami dan mereka kepada kebaikan, kesuksesan dan istiqomah, serta berjalan di atas manhaj Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam memberikan manfaat kepada kita dan kepada manusia, sebagaimana firman Allah ta’ala,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” [Ali Imron: 110]

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Ali Imron: 104]

Inilah manhaj para rasul ‘alaihimus sholaatu was salaam. Kami memohon kepada Allah ‘azza wa jalla untuk memberikan taufiq kepada semuanya dalam kebaikan kita dan kebaikan umat kita, serta kemaslahatan kita dan kemaslahatan mereka, dan agar Allah memperbaiki pemerintah kita, serta membimbing mereka dalam kebaikan dan kemaslahatan umat.”

[I’anatul Mustafid bi Syarhi Kitab At-Tauhid, 1/191-192, Terbitan Muassasah Ar-Risalah, Cetakan ke 3, 1432 H]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *