Maksiat Menghalangi Cahaya Ilmu

0
8

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ

“Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajarimu.” [Al-Baqoroh: 282]

Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (ilmu untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan), menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al-Anfal: 29]

Al-Imam Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,

واستدل بقوله تعالى: {وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ} أن تقوى الله، وسيلة إلى حصول العلم، وأوضح من هذا قوله تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا} أي: علما تفرقون به بين الحقائق، والحق والباطل

“Firman Allah ta’ala, ‘Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajarimu.’ (Al-Baqorah: 282)

Dapat dijadikan dalil bahwa takwa kepada Allah adalah sarana untuk menggapai ilmu agama.

Namun yang lebih jelas sisi pendalilannya adalah firman Allah ta’ala, ‘Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan.’ (Al-Anfal: 29)

Maknanya adalah Allah akan memberikan ilmu agama yang dengannya kalian dapat:
– Mengenal hakikat.
– Membedakan antara kebenaran dan kebatilan.”
[Tafsir As-Sa’di, hal. 105]

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

  يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا; أي يجعل لكم ما تفرقون به بين الحق والباطل، وبين الضار والنافع، وهذا يدخل فيه العلم بحيث يفتح الله على الإنسان من العلوم ما لا يفتح لغيره، فإن التقوى يحصل بها زيادة الهدى، وزيادة العلم، وزيادة الحفظ، ولهذا يذكر عن الشافعي رحمه الله أنه قال:
شكوت إلى وكيع سوء حفظي … فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور … ونور الله لا يؤتاه عاصي
ولا شك أن الإنسان كلما ازداد علمًا ازداد معرفة وفرقانًا بين الحق والباطل، والضار والنافع، وكذلك يدخل فيه ما يفتح الله على الإنسان من الفهم؛ لأن التقوى سبب لقوة الفهم، وقوة يحصل بها زيادة العلم

“Firman Allah ta’ala, ‘Niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan.’ (Al-Anfal: 29)

Artinya kalian dapat membedakan:
– Antara kebenaran dan kebatilan.
– Antara yang berbahaya dan yang bermanfaat.

Maka ilmu agama termasuk dalam makna ayat ini, yaitu Allah ta’ala akan menganugerahkan ilmu-ilmu kepada orang yang bertakwa, yang tidak Allah berikan kepada orang yang tidak bertakwa.

Karena sesungguhnya dengan takwa seseorang akan meraih:
– Tambahan petunjuk.
– Tambahan ilmu.
– Tambahan hapalan.

Oleh karena itu disebutkan dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, bahwa beliau berkata,

شكوت إلى وكيع سوء حفظي … فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور … ونور الله لا يؤتاه عاصي

‘Aku pernah mengadukan kepada guruku; Waki’ akan buruknya hapalanku, maka beliau membimbingku untuk meninggalkan maksiat, dan beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.’

Dan tidak diragukan lagi bahwa setiap kali bertambah ilmu seseorang maka bertambah pula kemampuannya mengenal dan membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

Demikian pula termasuk dalam makna furqaan adalah pemahaman yang Allah bukakan untuk orang yang bertakwa, karena takwa adalah sebab kuatnya pemahaman, dan kekuatan yang dengannya akan menghasilkan tambahan ilmu.” [Kitabul ‘Ilm, hal. 44]

Ketika Al-Imam Malik rahimahullah melihat kecerdasan muridnya; Asy-Syafi’i muda yang luar biasa, maka Al-Imam Malik berkata kepada Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahumallah,

إِنِّي أَرَى اللَّهَ قَدْ أَلْقَى عَلَى قَلْبِكَ نُورًا، فَلَا تُطْفِئْهُ بِظُلْمَةِ الْمَعْصِيَةِ

“Sesungguhnya aku melihat (tanda) Allah subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan cahaya (ilmu) di hatimu, maka janganlah engkau padamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

من الذنوب ما يكون سببا لخفاء العلم النافع أو بعضه بل يكون سببا لنسيان ما عُلم

“Diantara dosa-dosa, ada yang dapat menjadi sebab yang menghalangi ilmu yang bermanfaat atau sebagiannya, bahkan dapat menjadi sebab terlupanya ilmu yang sudah diketahui.” [Majmu’ Al-Fatawa, 14/160]

Al-‘Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

فَإِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي الْقَلْبِ، وَالْمَعْصِيَةُ تُطْفِئُ ذَلِكَ النُّورَ

“Sesungguhnya ilmu agama adalah cahaya yang Allah curahkan di hati seorang hamba, dan maksiat mematikan cahaya tersebut.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA’AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM

Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

Channel Telegram:
taawundakwah
kajian_assunnah
kitab_tauhid
videokitabtauhid
kaidahtauhid
akhlak_muslim

Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787

Medsos dan Website:
Facebook 
Instagram
Website

#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]

Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini