Doa Lailatul Qodr yang Shahih dan Dha’if

7
1889

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saudaraku rahimakumullah, kita adalah hamba yang banyak dosa dan sedikit amalan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, maka kita sangat butuh ampunan dan pemaafan dari Allah ‘azza wa jalla.

Di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh hari terakhir, ampunan dan rahmat Allah lebih luas, maka perbanyaklah membaca doa ini di sepuluh malam terakhir Ramadhan, dan lebih banyak lagi jika kita mengira malam itu lailatul qodr.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو؟ قَالَ: تَقُولِينَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Wahai Rasulullah, doa apakah yang aku baca apabila aku mendapati lailatul qadr? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Engkau mengucapkan,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu anniy (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi mencintai pemaafan, maafkanlah aku).” [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, Ash-Shahihah: 3337]

Perhatian: Terdapat lafaz yang dha’if pada doa ini, yaitu tambahan lafaz Kariimun [كريم] setelah ‘Afuwwun [عفو] yang terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi.

Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah menjelaskan,

(تنبيه): وقع في “سنن الترمذي ” بعد قوله: “عفو” زيادة: “كريم “! ولا أصل لها في شيء من المصادر المتقدمة، ولا في غيرها ممن نقل عنها، فالظاهر أنها مدرجة من بعض الناسخين أو الطابعين؛ فإنها لم ترد في الطبعة الهندية من ” سنن الترمذي ” التي عليها شرح “تحفة الأحوذي ” للمباركفوري (4/ 264)، ولا في غيرها. وإن مما يؤكد ذلك: أن النسائي في بعض رواياته أخرجه من الطريق التي أخرجها الترمذي، كلاهما عن شيخهما (قتيبة بن سعيد) بإسناده دون الزيادة.

“Peringatan: Dalam Sunan At-Tirmidzi, setelah ucapan beliau ‘Afuwwun [عفو] terdapat tambahan lafaz kariimun [كريم], dan lafaz ini tidak ada asalnya sama sekali pada sumber-sumber terdahulu, tidak pula dari yang menukil langsung dari sumber-sumber tersebut. Maka yang nampak bahwa lafaz tersebut mudrajah (sesuatu yang ditambahkan) oleh sebagian Pencatat dan Pencetak.

Karena lafaz tersebut tidak terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi cetakan India yang dijadikan acuan oleh Al-Mubaarakfuri (4/264) dan tidak pula pada selain kitab tersebut. Dan diantara yang menguatkan fakta ini, bahwa An-Nasai pada sebagian riwayatnya mengeluarkan hadits ini dari jalan yang sama dengan yang dikeluarkan oleh At-Tirmidzi, keduanya dari syaikh mereka berdua, Qutaibah bin Sa’id dengan sanadnya namun tanpa tambahan lafaz tersebut.” [Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah, 7/1011-1012]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

═══ ❁✿❁ ═══

Gabung Group WA KAJIAN ISLAM
Ketik: Daftar
Kirim ke Salah Satu Admin:
wa.me/628111833375
wa.me/628119193411
wa.me/628111377787

TELEGRAM
t.me/taawundakwah
t.me/sofyanruray
t.me/kajian_assunnah
t.me/kitab_tauhid
t.me/videokitabtauhid
t.me/kaidahtauhid
t.me/akhlak_muslim

Medsos dan Website:
– youtube.com/c/kajiansofyanruray
– instagram.com/sofyanruray.info
– facebook.com/sofyanruray.info
– instagram.com/taawundakwah
– facebook.com/taawundakwah
– twitter.com/sofyanruray
– taawundakwah.com
– sofyanruray.info

#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]

7 KOMENTAR

  1. […] موقع أبي عبد الله سفيان خالد بن إدهام روراي السلفي الأندونيسي NasihatOnline – Homepage Pribadi Sofyan Chalid bin Idham Ruray Langsung ke isi BerandaProfil & Buku TamuTanya JawabCeramahkuDownload KajianBisnisku ← Do’a Lailatul Qadr yang Shahih dan Dha’if […]

  2. Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh.

    Ustadz benarkah malam lailatul qadar tahun ini dipastikan jatuh pada tanggal 23 Ramadhan / 12 Agustus 2012? Dimana terlihat ada bintang di atas bulan sabit (www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15972139, http://www.lensaindonesia.com/2012/08/12/benarkah-fenomena-malam-lailatul-qadar-terjadi-dini-hari-tadi.html).
    Bagaimana hukumnya seseorang menetapkan bahwa lailatul qadar pada th ini terjadi pada tanggal sekian atau sekian?
    Dulu waktu SMA sebelum kenal dengan manhaj salaf, ana menginap di rumah teman untuk mencari lailatul qadar -ada informasi sebelumnya dari murobbi2 bhw kemungkinan besar lailatul qadar terjadi pada mlm tersebut-, dan subuh harinya ana menyaksikan bintang di atas bulan sabit di langit yang cerah.
    Jadi apakah setiap terlihat bintang di atas bulan sabit itu menunjukkan lailatul qadar?
    Mohon penjelasannya.

    Jazakallahu khoir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini