Wahai Muslimah, Janganlah Berhias dan Bergaya seperti Wanita Jahiliyah…!

1
257

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berhias Jahiliyah

Allah ta’ala berfirman,

وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” [Al-Ahzab: 33]

Penjelasan Para Ulama Ahli Tafsir tentang Makna Tabarruj (Berhias) Wanita Jahiliyah:

➡ Al-Imam Mujahid rahimahullah,

كانت المرأة تخرج تمشي بين يدي الرجال، فذلك تبرج الجاهلية

“Dahulu wanita Jahiliyah keluar dan berjalan di depan kaum lelaki, inilah yang dimaksud berhias Jahiliyah.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]

➡ Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

وكانت لهن مشية وتكسر وتغنُّج فنهى الله عن ذلك

“Wanita-wanita Jahiliyah (di depan kaum lelaki) berjalan, bergaya dan bercanda ria, maka Allah ta’ala melarang tabarruj tersebut.” [Tafsir Atn-Thobari, 20/259, Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]

➡ Al-Mufassir Muqotil bin Hayyan rahimahullah berkata,

والتبرج: أنها تلقي الخمار على رأسها، ولا تشده فيواري قلائدها وقرطها وعنقها، ويبدو ذلك كله منها، وذلك التبرج، ثم عمت نساء المؤمنين في التبرج

“Tabarruj (berhias dan bersolek Jahiliyah) adalah seorang wanita mengenakan kerudung di kepalanya namun tidak melilitnya dengan baik agar menutupi perhiasan kalungnya, antingnya dan lehernya, sehingga nampaklah semua itu, inilah yang disebut tabarruj Jahiliyyah, kemudian larangan tabarruj ini berlaku umum bagi seluruh wanita beriman.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]

➡ Al-Imam Ma’mar bin Rasyid rahimahullah berkata,

أن تخرج محاسنها

“Tabarruj adalah seorang wanita keluar rumah dengan menampakkan kecantikannya.” [Fathul Bari, 1/86]

➡ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

إن التبرج هو إظهار الزينة، وإبراز المرأة محاسنها للرجال

“Sesungguhnya tabarruj itu adalah seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan menampilkan kecantikannya kepada kaum lelaki.” [Tafsir Atn-Thobari, 20/260]

➡ Al-Imam As-Sa’di rahimahullah berkata,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ أي: اقررن فيها، لأنه أسلم وأحفظ لَكُنَّ، {وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى} أي: لا تكثرن الخروج متجملات أو متطيبات، كعادة أهل الجاهلية الأولى، الذين لا علم عندهم ولا دين، فكل هذا دفع للشر وأسبابه

“Firman Allah ta’ala,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kalian wahai para wanita tetap di rumahmu.” (Al-Ahzab:33)

Maknanya: Tinggallah di dalam rumah karena itu lebih menyelamatkan dan menjaga kalian.

Dan firman Allah ta’ala (pada lanjutan ayat),

وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab: 33)

Maknanya: Wahai para wanita, janganlah kalian sering keluar rumah dengan mempercantik diri atau mengenakan wewangian seperti kebiasaan wanita-wanita Jahiliyah dahulu yang tidak memiliki ilmu dan ketakwaan, maka semua larangan ini demi mencegah kejelekan dan sebab-sebabnya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 663]

Kesimpulan Makna Larangan Tabarruj Mencakup:

1) Larangan bagi wanita terlihat cantik oleh laki-laki asing (selain suami dan mahramnya).

2) Larangan bagi wanita bercampur baur dengan kaum lelaki, apalagi berdua-duaan.

3) Larangan bagi wanita bergaya di depan lelaki asing, maka jelaslah haramnya semua profesi yang mengandalkan ‘gaya’ dan kecantikan seorang wanita, seperti:

➡ SPG yang melayani umum baik pria dan wanita,

➡ Penyanyi, dan ini adalah profesi yang haram,

➡ Artis dan model, ini juga profesi yang haram karena mengandung berbagai keharaman,

➡ Dan berbagai profesi lainnya yang mengeksploitasi kaum wanita sebagai penarik kaum lelaki selain suaminya.

4) Larangan bagi wanita bercanda ria di depan lelaki asing, apakah bercanda ria bersama teman-teman wanitanya, terlebih lagi bersama kaum lelaki, sama saja di dunia nyata atau dunia maya dan di media-media sosial.

5) Larangan bagi wanita mengenakan kudung ‘gaul’, yang hanya melilit kepala tapi masih menampakkan telinga, atau leher dan anggota tubuh lainnya yang seharusnya ditutup.

6) Larangan bagi wanita keluar rumah tanpa suatu keperluan dan tampil cantik saat keluar rumah atau tanpa mengenakan jilbab syar’i.

7) Larangan bagi wanita menampakkan perhiasan dan kecantikan, dari sini dapat dipahami bahwa tujuan hijab adalah untuk menyembunyikan perhiasan dan menutup semua bentuk kecantikan wanita, maka sangat aneh kalau desain-desain hijab dibuat indah dan cantik-cantik, kemudian para wanita yang mengenakannya ber-selfie ria dan berlomba-lomba memamerkan ‘hijab’ mereka di berbagai media.

8) Larangan bagi wanita keluar rumah dengan memakai wewangian atau larangan memakai wewangian dan tercium oleh lelaki asing.

9) Larangan menyerupai wanita Jahiliyyah, wanita-wanita kafir dan fasik dalam segala hal yang merupakan ciri khas mereka, baik dalam perkara agama maupun dunia, termasuk dalam berpakaian dan penampilan.

10) Larangan melakukan segala hal yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dan menjadi penyebab kaum lelaki terjerumus dalam dosa.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.fb.com/sofyanruray.info