Takut Sial adalah Syirik dan Sifat Orang Kafir

0

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ruray - Takut Sial Sifat Orang Kafir-a

Allah ta’ala berfirman,

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Al-A’rof: 131]

Al-‘Allamah Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

ومعنى: {يطيروا بموسى ومن معه}: أنه إذا جاءهم البلاء والجدب والقحط قالوا: هذا من موسى وأصحابه؛ فأبطل الله هذه العقيدة بقوله: ألا إنما طائرهم عند الله

“Makna firman Allah ta’ala, “Mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya”, bahwasannya apabila mereka ditimpa musibah, kemarau dan kekeringan, mereka berkata, “Ini kesialan karena Musa dan pengikut-pengikutnya”, maka Allah membatilkan keyakinan ini dengan firman-Nya, “Sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah”.” [Al-Qoulul Mufid, terbitan Dar Ibnil Jauzi KSA, 1/561]

Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Aalus Syaikh hafizhahullah berkata,

أن هذا التطير من صفات أعداء الرسل، ومن خصال المشركين، وإذا كان كذلك فهو مذموم، ومن خصال المشركين الشركية، وليست من خصال أتباع الرسل، وأما أتباع الرسل فإنهم يعلقون ذلك بما عند الله من القضاء والقدر، أو بما جعله الله -جل وعلا- لهم من ثواب أعمالهم أو العقاب على أعمالهم كما قال تعالى : أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ

“Bahwa takut sial adalah termasuk sifatnya musuh para Rasul dan karakter kaum musyrikin, jika demikian maka ia tercela, bahkan termasuk karakter kaum musyrikin yang syirik. Adapun pengikut para Rasul maka mereka menghubungkan kesialan itu dengan apa yang ada di sisi Allah yaitu Qodho dan Qodar, atau dengan apa yang telah Allah jalla wa ‘ala tetapkan untuk mereka sebagai pahala atas amalan-amalan mereka maupun hukuman atas kejelekan-kejelekan mereka, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah”.” [At-Tamhid, terbitan Daarut Tauhid 1424 H, hal. 337-338]

Beberapa Pelajaran:

1) Seorang mukmin harus meyakini bahwa yang mampu untuk memberikan manfaat dan menimpakan mudarat hanya Allah tabaraka wa ta’ala.

2) Merasa takut sial, yaitu meyakini sesuatu seperti waktu-waktu tertentu, suara-suara tertentu dan angka-angka tertentu dapat mendatangkan kesialan atau kemudaratan adalah syirik kepada Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan,

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Takut sial itu syirik.” (Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata): “Tidak ada seorang pun dari kami kecuali merasa takut sial, akan tetapi Allah ‘azza wa jalla menghilangkannya dengan tawakkal.” [HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 429, Shahihul Jaami’: 3960]

3) Merasa takut sial adalah kebiasaan orang-orang kafir, jadi selain itu syirik, juga tasyabbuh kepada mereka, maka dalam ayat ini terkandung peringatan bahwa tasyabbuh kepada orang-orang kafir termasuk jalan yang mengantarkan kepada syirik.

4) Sifat kaum mukminin senantiasa bersandar kepada Allah tabaraka wa ta’ala, karena semua yang terjadi di alam ini, manfaat maupun bahaya, baik dan jelek, semuanya adalah ketetapan Allah ‘azza wa jalla.

5) Diantara sebab kesialan adalah dosa-dosa hamba, Allah ta’ala menimpakan kemudaratan kepadanya karena dosa-dosanya.

Terkait:

http://sofyanruray.info/jangan-takut-sial-bersandarlah-kepada-allah-taala/

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.fb.com/sofyanruray.info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *