PERINGATAN DARI BAHAYA SYIRIK (4)

0
574

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ringkasan Penjelasan Macam-macam Syirik (Bagian Ketiga)

Ringkasan Penjelasan Macam-macam Syirik (Bagian Ketiga)

21. Bersumpah dengan Selain Nama Allah Ta’ala adalah Syirik

Hanya Allah ta’ala yang boleh bersumpah dengan menyebut nama mahkhluk, adapun makhluk tidak boleh bersumpah kecuali dengan menyebut nama Allah ‘azza wa jalla saja. Bersumpah dengan selain Allah contohnya dengan mengatakan: Demi waktu, demi hidupmu, demi kakbah, demi nabi, demi wali fulan, demi syaikh fulan dan lain-lain adalah termasuk syirik kepada Allah ta’ala sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka ia kafir atau syirik.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih At-Tirmidzi: 1590]

Ulama menjelaskan bahwa syirik yang dimaksud dalam hadits ini adalah syirik kecil, namun apabila disertai pengagungan sebagaimana pengagungan kepada Allah atau lebih dari pengagungan terhadap Allah maka tidak diragukan lagi termasuk syirik besar, bahkan sebagian orang tidak berani bersumpah palsu dengan menyebut nama wali yang ia agungkan, tetapi dengan entengnya ia bersumpah palsu dengan nama Allah ‘azza wa jalla, maka ini adalah syirik besar.

22. Ucapan “Sesuai Kehendak Allah dan Kehendakmu” adalah Syirik

Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

قَالَ رجلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ قَالَ جعلتَ لِلَّهِ نِدًّا؟! مَا شَاءَ اللَّهُ وَحْدَهُ

“Seseorang berkata kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam: Sesuai dengan kehendak Allah dan kehendakmu. Beliau bersabda: Apakah kamu menjadikan (aku) sebagai tandingan bagi Allah?! Katakanlah: Sesuai kehendak Allah saja.” [HR. Ahmad, An-Nasaai dan Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod, Shahih Al-Adabil Mufrod: 605]

Ulama menjelaskan, ucapan “Sesuai dengan kehendak Allah dan kehendakmu” termasuk kategori syirik kecil, karena orang yang mengucapkannya tidak bermasud menjadikan makhluk sebagai tandingan bagi Allah ta’ala, namun jika ia bermaksud dengan hati maka tidak diragukan lagi termasuk syirik besar.

23. Ucapan “Kalau Bukan Karena Allah dan Karena Kamu” atau “Kalau Bukan Karena Dokter Saya Tidak Akan Sembuh” dan yang Semisalnya adalah Syirik

Allah ta’ala berfirman,

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” [Al-Baqoroh: 22]

Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,

الأنداد هو: الشرك؛ أخفى من دبيب النمل على صفاة سوداء في ظلمة الليل، وهو أن تقول: والله وحياتك يا فلان وحياتي، وتقول: لولا كليبة هذا، لأتانا اللصوص، ولولا البط في الدار، لأتى اللصوص، وقول الرجل لصاحبه: ما شاء الله وشئت، وقول الرجل: لولا الله وفلان، لا تجعل فيها فلاناً؛ هذا كله به شرك

“Sekutu-sekutu adalah syirik yang lebih tersembunyi dari rayapan semut di atas batu hitam dalam kegelapan malam, yaitu jika engkau mengatakan:

➡ Demi Allah, demi hidupmu dan demi hidupku wahai fulan,

➡ Kalau bukan karena anjing kecil ini maka pencuri akan mendatangi kita,

➡ Kalau bukan karena burung di rumah maka pencuri akan masuk,

➡ Sesuai dengan kehendak Allah dan kehendakmu,

➡ Kalau bukan karena Allah dan fulan.

Janganlah kamu jadikan fulan di dalamnya, ini semua adalah ucapan syirik.” [Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim, Al-Mulakhkhos fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 324]

Semua ucapan ini adalah syirik kecil apabila tidak dimaksudkan dengan hati, dan apabila dimaksudkan dengan hati maka termasuk syirik besar.

24. Menisbatkan Nikmat kepada Selain Allah ta’ala

Allah ta’ala berfirman,

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” [An-Nahl: 83]

Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata,

هو قول الرجل: هذا مالي ورثته عن آبائي

“Yaitu ucapan seseorang: Ini adalah hartaku yang aku wariskan dari orang tuaku.” [Al-Mulakhkhos fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 320]

Sebagian Salaf rahimahumullah berkata,

هو كقولهم: كانت الريح طيبة، والملاح حاذقاً

“Yaitu seperti ucapan mereka: Anginnya baik dan Nahkodanya mahir (maka kita selamat).” [Al-Mulakhkhos fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 322]

Penisbatan nikmat kepada selain Allah ta’ala ada tiga bentuk:

Pertama: Apabila dinisbatkan kepada sebab yang samar, yang sebetulnya tidak memberikan pengaruh sedikit pun, seperti ucapan: “Kalau bukan karena wali fulan di kubur keramat tersebut saya belum punya anak” dan ucapan yang semisalnya maka ini adalah syirik besar.

Kedua: Apabila dinisbatkan kepada sebab yang benar, yang benar-benar ada menurut syari’at dan kenyataan, seperti ucapan: “Ini adalah hartaku yang aku wariskan dari orang tuaku” dan yang semisalnya, maka ini boleh dengan dua syarat:

1) Meyakini bahwa itu hanya sebab, tidak berpengaruh dengan sendirinya, melainkan Allah ta’ala Dialah yang menciptakan sebab tersebut.

2) Tidak melupakan Allah sebagai Pemberi kenikmatan.

Apabila syarat pertama tidak terpenuhi maka termasuk syirik besar dan apabila syarat kedua tidak terpenuhi maka termasuk syirik kecil.

Ketiga: Apabila dinisbatkan kepada sebab yang nampak, tetapi bukan sebab yang hakiki yang dapat dibuktikan secara syari’at dan kenyataan, seperti ucapan: “Gelang ini atau kalung ini yang menyelamatkan saya” dan yang semisalnya, maka termasuk syirik, sama seperti hukum jimat;

1) Apabila diyakini berpengaruh dengan sendirinya maka syirik besar,

2) Apabila diyakini berpengaruh dengan izin Allah ‘azza wa jalla maka syirik kecil, karena seakan-akan ia bersekutu bersama Allah ta’ala dalam menentukan sesuatu sebagai sebab (lihat Al-Qoulul Mufid, 2/203-204).

25. Kesyirikan dan Kekufuran Syi’ah dan Shufiyyah / Tarekat / Tasawuf

Syi’ah dan Shufiyyah / Tarekat / Tasawuf adalah dua kelompok sesat yang mengajarkan kesyirikan dan kekafiran, berikut ringkasan beberapa bentuk kesyirikan dan kekafiran Syi’ah dan kesamaannya dengan Shufiyyah:

Pertama: Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka adalah perantara dalam beribadah kepada Allah ta’ala (lihat Ushul Madzhab Syi’ah, 2/441). Demikian pula Shufiyyah meyakini bahwa wali-wali mereka adalah perantara dalam berdoa kepada Allah ta’ala yang mereka sebut dengan ‘tawassul’, padahal ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah seluruhnya sepakat bahwa itu adalah syirik (lihat pembahasan nomor 1 di atas).

Kedua: Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka berhak menghalalkan dan mengharamkan sekehendak mereka (lihat Ushul Madzhab Syi’ah, 2/484). Demikian pula Shufiyyah meyakini bahwa wali-wali mereka apabila sudah mencapai derajat hakikat maka halal baginya melakukan yang haram secara syari’at atau meninggalkan kewajiban syari’at, ini adalah syirik karena hanya Allah ta’ala yang berhak menghalalkan dan mengharamkan (lihat pembahasan nomor 9 di atas).

Ketiga: Syi’ah meyakini bahwa batu di kuburan Al-Husain radhiyallahu’anhu dapat memberikan berkah yang menyembuhkan segala penyakit (lihat Ushul Madzhab Syi’ah, 2/489). Demikian pula Shufiyyah meyakini bahwa batu-batuan di kuburan para wali dan bangunan kuburan-kuburan itu sendiri dapat memberikan berkah kepada mereka, ini termasuk syirik karena hanya Allah ta’ala yang dapat memberikan berkah (lihat pembahasan nomor 2 di atas)

Keempat: Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka mengetahui perkara ghaib (lihat Ushul Madzhab Syi’ah, 1/330). Demikian pula Shufiyyah meyakini bahwa wali-wali mereka mengetahui perkara ghaib, ini adalah syirik karena hanya Allah ta’ala yang mengetahui perkara ghaib (lihat pembahasan nomor 12 di atas).

Kelima: Syi’ah meyakini bahwa bagian dari diri Allah ta’ala menyatu dengan imam-imam mereka (lihat Ushul Madzhab Syi’ah, 2/519). Demikian pula Shufiyyah meyakini wihdatul wujud, yaitu menyatunya wali-wali mereka dengan Allah tabaraka wa ta’ala, tidak diragukan lagi ini adalah keyakinan syirik dan kufur serta pelecehan terhadap Allah ta’ala, karena bagaimana mungkin Allah jalla wa ‘ala yang Maha Suci, Maha Besar, Maha Agung, Pemilik segala kebaikan dan semua pujian, menyatu dengan makhluk yang hina, kotor, lemah, kecil dan penuh dosa.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.facebook.com/sofyanruray.info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here